Alasan Mengapa Cyberbullying Bisa Menyebabkan Seseorang Melakukan Bunuh Diri

Alasan Mengapa Cyberbullying Bisa Menyebabkan Seseorang Melakukan Bunuh Diri

Dunia siber telah mengambil alih hampir separuh waktu kita dalam kehidupan nyata. Hal yang logis kalau dalam era teknologi ini, kejahatan tidak hanya terjadi di dunia nyata, tapi juga marak di dunia maya. Salah satu kasus yang bahkan bisa menyebabkan jatuhnya korban nyawa adalah cyberbullying. Yakni kasus penindasan secara beramai-ramai melalui media sosial.

Sebut saja kasus terbaru cyberbullying yang menimpa artis KPop, Sulli dan Go Hara. Kita gak bisa menutup mata kalau kejahatan dunia maya gak bisa di anggap sepele. Di lansir dari shanamoultonweb.com, secara garis besar berikut beberapa alasan yang memicu seseorang bunuh diri karena cyberbullying.

1. Pengaruh dunia maya lebih besar dan kuat di banding dunia nyata

Di kutip dari truereligion-outlet.us.org/, jejaring sosial media menjadi sarana eksistensi pribadi, curahan opini bahkan luapan emosi yang di gandrungi banyak pihak terutama kaum Millennial. Bahkan sebagian menjadikan medsos sebagai pelarian dari dunia nyata. Karena faktor ini, bukan hal mustahil kalau pengaruh dunia maya lebih kuat di banding kehidupan nyata.

Oleh karena itu, segala pengaruh baik itu positif atau negatif dari medsos, bakal sangat berpengaruh pada emosional dan kehidupan seseorang. Saat dampak negatif yang ia terima seperti bullying, pengaruhnya bisa lebih menyakitkan di banding saat terjadi pertengkaran dalam dunia nyata.

2. Korban cyberbullying mengalami gangguan emosional cukup parah

Profesor Ann John dari Swansea University Medical School telah memimpin penelitian tentang cyber bullying yang melibatkan 150.000 anak muda dari 30 negara. Bekerja sama dengan peneliti dari Oxford University, penelitian yang menyoroti bahaya bullying ini menemukan bahwa korban kejahatan dunia maya yang menimpa remaja bisa menimbulkan gangguan psikis dan fisik.

Masalah emosional yang di derita korban bullying cukup parah sebab gangguannya meliputi keganjalan perilaku, kesulitan bergaul dengan sekitarnya serta sulit berkonsentrasi.

3. Korban tengah di rundung masalah yang membuatnya tak bahagia

Kondisi kurang beruntung yang di rasakan korban, sebenarnya sudah membuat psikisnya merasa terpuruk. Ungkapan kebencian yang menindasnya di dunia maya, jelas makin memperburuk mental korban. Puncak inilah yang mampu mengguncangkan kejiwaan seseorang sehingga bukan hal mustahil kalau perilaku bunuh diri menjadi penyelesaian yang dipilih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *